jump to navigation

Lapisan Misterius di Permukaan Mars Terpaksa Dibor July 17, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
trackback

Bagan alat bor di punggung lengan robotik yang dipakai Phoenix untuk melubangi lapisan keras di permukaan Mars.

Wahana Phoenix Mars Lander (PML) berhasil mengambil sampel yang sangat bernilai dari tanah Mars. Sekop di ujung lengan robotik mengeruk sampel dari sekitar lubang pengeboran di lapisan yang diyakini kuat sebagai es pada lubang galian yang diberi nama Snow White.

Sampel tersebut diambil dari lapisan berwarna putih di bawah permukaan tanah Mars yang kemerah-merahan. Lapisan tersebut diyakini sebagai es karena pada pengamatan sebelumnya lapisan ini mengalami perubahan bentuk setelah terpapar cahaya Matahari.

Lapisan tersebut sangat keras sehingga untuk mengambil sampel, Phoenix diperintahkan untuk mengebornya terlebih dahulu. Selama seminggu terakhir, Phoenix juga dikendalikan untuk memperlebar lubang galian tersebut agar dapat melihat lebih jelas lapisan yang akan dibor.

Pengeboran dilakukan dengan alat bor khusus di bagian punggung lengan robotik. Alat tersebut disiapkan untuk mengambil sampel dari lapisan yang sangat keras. Dari sekitar dua lubang yang dibuat, lapisan tanah yang tercerai-berai kemudian diambil untuk diperiksa. Hasilnya sangat mengejutkan karena foto-foto yang dikirimkan menunjukkan bahwa serpihan lapisan tanah tersebut mengalami perubahan dalam waktu singkat. Sampel yang diambil ujung sekop berubah hanya dalam waktu satu jam setelah diambil.

“Ini baru uji coba bahwa cara tersebut bekerja dengan baik,” ujar Richard Morris, salah satu ilmuwan dari Pusat Ruang Angkasa Johnson di Houston, Texas, AS. Menurutnya, temuan tersebut baru petunjuk bahwa sampel yang diambil kemungkinan besar mengandung es. Pada percobaan-percobaan berikutnya, sampel mungkin akan diambil dari hasil pengeboran seperti ini agar peluang mendeteksi es semakin besar.

Sejak mendarat di permukaan dekat kutub utara Mars, Phoenix kesulitan mengambil sampel yang dicari. Pada percobaan pertama, sampel yang diambil terlalu menggumpal sehingga sulit masuk ke dalam ruang uji. Instrumen Thermal Evolved Gas Analyzer (TEGA) gagal mendeteksi kandungan uap air dari sampel yang diukur.

Pada percobaan kedua yang akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, sampel yang dipakai diharapkan lebih menjanjikan. Apalagi, Phoenix menghadapi masalah korsleting pada instrumennya sehingga percobaan berikut mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk mengendus tanah Mars.

Meski belum dapat memastikan adanya kandungan uap air, bukti visual telah menunjukkan sifat es pada lapisan di bawah permukaan Mars tersebut. Perubahan bentuk pada lapisan putih yang menyembul di bawah permukaan Mars mungkin karena proses sublimasi, perubahan dari benda padat menjadi gas, atau penguapan akibat terpapar ke lingkungan yang lebih hangat.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: