jump to navigation

Telepon Hantu pun Menyebar Sampai Sorong July 17, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
trackback

SULIT untuk mengidentifikasi kasus ini. Untuk mempermudah, sebut saja telepon hantu. Sebab suara aneh itu selalu muncul dan muncul. Jika perempuan menelepon laki-laki, maka yang terdengera suara perempuan. Begitu sebaliknya.

Sudah sebulan Etty Hariyani memendam rasa heran, yaitu perasaan gundah dan penuh tanda tanya. Karena Juni 2008 lalu, ketika menghubungi pacarnya yang berada di Sorong, Papua Barat, dua kali pula dia mendapat jawaban suara perempuan.

“Saya penasaran campur mangkel. Saat saya telepon yang muncul kok, suara perempuan. Celakanya, ketika saya tanya siapa ini? Dia menjawab lha Mbak ini siapa, apanya …” kata Etty lalu memutuskan hubungan telepon itu.

Etty pun selanjutnya bisa nyambung telepon ke some one-nya, bernama Irwansyah yang bekerja di Sorong itu, “Matian-matian, dia menjawab nggak pernah menjawab telepon itu. Karena teleponnya saat itu tertinggal. Saya juga nggak bisa memahami jawaban ini. Saya ini baru ngeh, ketika membaca Tribun kemarin. Oo ternyata saya tidak sendirian to!” kata Etty, reporter Radio Smart FM, Balikpapan memberi respon kepada Tribun, Rabu (17/7).

Selama sebulan lebih dia merasa galau, karena tidak ada jawaban yang logis mengenai telepon jawaban ‘misterius’ itu. Dia yakin penerima telepon itu suara perempuan, sementara Irwansyah mengaku tidak pernah menjawab telepon itu karena sedang tidak dibawa.

Bukan sekali, malah sudah berkali-kali kasus itu dialami oleh Yoyok yang tinggal di Yogyakarta. Dia berkali-kali mendapat jawaban ‘suara pria’ saat menghubungi sobatnya seorang wanita, bernama Aya yang tinggal di Balikpapan. Saat itu Yoyok bertelepon menggunakan kartu AS menghubungi Aya yang menggunakan Simpati. Yang muncul adalah jawaban lain, bersuara lelaki. Kejadian itu berlangsung Januari 2008 lalu.

Sebaliknya, saat Aya menghubungi Yoyok yang menggunakan simcard nomor Jakarta, justru mendapat jawaban suara perempuan, “Tapi herannya, nomor yang tercatat di layar HP saya udah bener. Tertera nama temen saya itu,” kata Yoyok. Tak urung kasus itu menyulut pertengkaran.

“Teman saya selalu marah-marah dan nanya terus, kok yang jawab telepon suara perempuan? Itu siapa, kamu dimana? Haduh, repot pokoknya, dicurigai terus,” keluhnya.

“Saya juga ikut-ikut curiga yang jawab suara laki-laki. Saya sampai nuduh dia setiap malam bersama laki-laki lain. Ribut deh jadinya!” katanya.

Untuk membuktikan tuduhan masing-masing, Aya mencoba menghubungi teman lainnya, Totti yang menggunakan simcard Simpati nomor Yogyakarta, “Kalau nggak salah sekitar tanggal 8-11 Januari,” kata Aya.

Ternyata pengalaman yang didapat sama saja, “Dua malam berturut-turut, yang menjawab selalu perempuan. Saya jadi kuatir didamprat, kirain itu pacarnya. Lucunya, orang yang menjawab telepon mengira saya juga selingkuhan cowoknya,” kenang Aya sambil tertawa.

Ketika hal itu diceritakan Aya lewat blog, banyak yang mengomentari bahwa mereka juga mengalami hal serupa. “Katanya Fren juga sering, tapi alasan operatornya lagi perbaikan jaringan. Trus, Telkomsel paling sering. Kalo XL, jarang. Daripada bertengkar terus karena jaringan bocor, kami ganti simcard aja,” tandas Yoyok.

Kasus itu juga menimpa tamu dari Jawa Tengah yang sedang berada di Samarinda untuk urusan PON. Dia adalah Sriyanto Saputro (Pimred Wawasan/Wakil Ketua PWI Jateng/Ketua Panwas Pilgub Jateng) baru tiba di Samarinda jam 16.00 Wita.

“Tadi saya juga nyaris geger dengan istri di Semarang. Ya itu gara-gara muncul suara cewek lain. Sebaliknya di HP saya istri muncul suara pria. Dia mencerita kasus itu setelah membaca koran Tribun di hotel kala ada telepon aneh.

Perempuan yang satu ini menolak namanya disebutkan menggunakan telepon CDMA 054256645XX. “Saya biasa kerja di sebuah hotel di Balikpapan. Biasanya pihak hotel telepon saya kalau ada kerjaan. Kebetulan sebulan lalu saya beberapa hari di Samarinda. Begitu balik ke Balikpapan, saya ke hotel nanyain kok sudah lama tidak ada telepon order untuk saya.

Pihak hotel justru balik tanya saya, apakah nomornya ganti? Karena setiap ditelepon yang menerima suara laki-laki, jadi para takut dikirain suami saya. Heran, saya tidak pernah ganti nomor…” kata wanita itu kebingungan. Karena sering muncul jawaban telepon suara pria, sedangkan ‘bisnisnya’ di hotel hampir sebulan penuh perempuan itu tidak pernah mendapat orderan kerja.

Comments»

1. yell - January 23, 2009

no brapa ko g da,penasaran nich?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: