jump to navigation

Program Unicode untuk Aksara Sunda October 22, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
trackback
Contoh tabel Unicode untuk aksara Sunda.

Aksara Sunda mulai distandardisasi dengan aplikasi program Unicode. Hal ini bertujuan mempermudah akses mempelajari aksara Sunda sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Hal itu dikatakan Perwakilan Konsorsium Unicode, Michael Iverson, dalam peluncuran program Unicode untuk aksara Sunda di Aula Hardjakusumah, Universitas Padjadjaran Bandung, Senin (20/10). Aksara Sunda menjadi bahasa yang keempat setelah bahasa Bugis, Bali, dan Rejang. Dalam acara ini juga turut diperkenalkan peluncuran buku berjudul Direktori Aksara Sunda untuk Unicode.

Menurut Iverson, standar industri mengizinkan teks dan simbol tulisan ditampilkan secara konsisten oleh komputer. Hanya dengan menuliskan kalimat atau kata tertentu, selanjutnya program ini menerjemahkannya ke aksara Sunda. Tujuannya, selain mempermudah membaca naskah aksara Sunda, ia mengharapkan agar program ini bisa membuat masyarakat Sunda semakin akrab dan sering menggunakannya.

“Akan tetapi, yang terpenting dari ini semua, masyarakat semakin sering menggunakan aksara Sunda. Bisa dimulai melalui nama jalan, desain kaus komersial, atau kartu nama dan bisnis,” katanya.

Ciri khas daerah

Ketua Tim Pelaksana Program Unicode bagi Aksara Sunda, Oman Abdurahman, mengharapkan agar ini bisa menjadi salah satu media memelihara aksara Sunda. Sangat disayangkan apabila sebagai ciri khas daerah, aksara Sunda lambat laun menghilang karena jarang digunakan.

Oman juga berharap agar memelihara aksara Sunda tidak berhenti pada pengodean atau penerbitan buku panduan. Alasannya, apabila tidak digunakan dalam keseharian, program ini akan kehilangan tujuan awalnya.

Salah seorang anggota Tim Program Unicode bagi Aksara Sunda, Dian Nugraha, mengatakan, masih ada hal yang harus disempurnakan dari program ini. Untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan standardisasi dan implementasi pola pasangan dalam huruf Sunda. Misalnya, pada pola pasangan yang belum distandardisasi, seperti “sy” atau “kh”. Selain itu, akan dilakukan juga standardisasi huruf yang belum masuk. Saat ini, baru 53 aksara Sunda yang sudah masuk dalam program ini.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia yakin, program ini bisa menjembatani eksistensi aksara Sunda. Baik sebagai program penelitian atau sekadar memberikan pengetahuan dan merangsang keingintahuan masyarakat luas tentang aksara Sunda.

“Saat ini, di Jabar, masih ada sekitar 600 naskah dengan aksara Sunda,” kata Ganjar.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: