jump to navigation

Kisah di Balik Tiga Buku Harian November 1, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
trackback

Patung Anne Frank di Amsterdam, Belanda, 8 November 1963. Anne Frank menjadi terkenal berkat buku hariannya semasa Perang Dunia II.

Sebuah buku harian menjadi terkenal karena si empunya buku itu memang tokoh. Buku harian juga terkenal karena memberi pengetahuan mengenai suatu peristiwa pada suatu masa. Akan tetapi, tidak sedikit buku harian menjadi terkenal karena penemuannya yang berliku dan unik.

Buku harian Ilan Ramon yang dipamerkan di Jerusalem pada awal Oktober mungkin merupakan buku harian yang sangat unik. Ramon adalah astronot pertama Israel yang tewas saat pesawat ulang alik Amerika Serikat Columbia meledak saat memasuki atmosfer Bumi pada 1 Februari 2003. Semua korban tewas. Namun, sebagian reruntuhan pesawat yang jatuh dari ketinggian 37 mil dari Bumi ada yang bisa ditemukan.

Buku harian Ramon, seperti dikutip Associated Press, ditemukan setelah dua bulan peristiwa terjadi. Badan luar angkasa AS, NASA, menemukan 37 halaman buku harian Ramon dalam kondisi basah di sebuah lapangan di kota Palestine, Texas. Buku harian ini tergolong mujur, terhindar dari kerusakan akibat panas ekstrem saat ledakan. Tidak rusak akibat mikroorganisme saat ditemukan.

Banyak kalangan mengaku heran dan menganggap sebagai suatu keajaiban serta sulit dicari logikanya hingga benda itu masih selamat. Dari sejumlah kejadian sejenis selama ini, benda- benda seperti itu tak bisa ditemukan.

NASA tidak berkomentar banyak dan menyerahkan buku harian itu kepada istri Ramon, Rona, di Israel. Rona membawa buku harian itu ke ahli forensik di Museum Israel dan polisi.

Para petugas kemudian merestorasi buku harian itu. Setidaknya butuh waktu setahun untuk restorasi. Untuk proses pembacaan, kalangan ilmuwan membutuhkan waktu beberapa lama. Sekitar 80 persen dari buku harian itu berhasil dibaca.

Kisah buku harian yang juga tergolong unik adalah buku harian Dang Thuy Tram, dokter Vietnam yang menangani korban Perang Vietnam. Buku hariannya diterbitkan dalam bahasa Inggris, Last Night I Dreamed of Peace, tahun 2007. Thuy yang merawat pasukan Vietkong berkisah saat ia mulai menjadi dokter pasukan (8 April 1968) hingga dua hari menjelang tewas ditembak 20 Juni 1970.

Riwayat penerbitan buku harian itu berliku-liku. Pada 22 Juni 1970 patroli pasukan AS mendengar radio yang memutar lagu-lagu Vietnam. Pasukan AS memergoki empat orang, salah satunya Thuy.

Pasukan AS menembaki empat orang itu. Dua orang tewas, yaitu Thuy dan Boi (tentara). Dua lainnya lolos. Tentara AS meneliti barang bawaan dua orang yang tewas itu.

Barang-barang itu kemudian diteliti oleh intelijen AS untuk ditentukan kategorinya. Barang yang tidak punya informasi militer dimusnahkan. Fred Whitehurst bertugas menyeleksi. Ia melempar sejumlah barang ke drum pembakaran. Seorang penerjemah, Sersan Nguyen Trung Hieu, meminta agar buku harian Thuy jangan dibakar.

Fred menurutinya. Hieu lantas menerjemahkan buku harian itu. Hati Fred tersentuh oleh kisah-kisah dalam buku harian itu. Ia nekat melanggar aturan ketentaraan dengan membawa buku harian itu ke AS tahun 1972.

Baru tahun 1993 setelah ia keluar dari FBI, Fred mulai memikirkan buku harian itu. Ia punya saudara, Rob, yang mampu berbahasa Vietnam. Buku harian itu mulai diterjemahkan.

Selesai menerjemahkan Maret 2005, mereka membawa buku harian itu ke sebuah konferensi tentang Perang Vietnam di Texas. Mereka bertemu dengan veteran angkatan udara dan memberinya kopi buku harian itu. Dalam beberapa bulan kemudian, veteran ini ke Vietnam mencari keluarga Thuy.

Keluarga Thuy pun berhubungan dengan Fred. Fred berhasil berkomunikasi dengan Kim Tram, adik Thuy, lewat surat elektronik. Pada Agustus 2005 Fred bertemu keluarga Thuy di Hanoi. Selanjutnya, buku itu diterbitkan.

Buku harian Thuy ini dikagumi anak-anak muda Vietnam karena, di samping sifat Thuy yang pemberani dan idealis, buku ini juga berisi roman kasih tak sampai Thuy kepada pemuda bernama M. Kisah ini menjadi sisi lain Perang Vietnam yang sangat menyentuh.

Kisah dua buku harian itu mengingatkan kita pada penemuan buku harian legendaris, The Diary of Anne Frank, yang tidak kalah menariknya.

Buku harian Anne Frank sempat terserak di rumah yang diberi nama Secret Annex di Prinsengrahct 263, Amsterdam. Lembaran-lembaran buku harian itu terserak setelah pasukan Nazi mengubrak-abrik tempat itu dan mengirim para penghuninya ke kamp konsentrasi pada 4 Agustus 1944.

Buku itu ditemukan dua sekretaris di gedung itu, yaitu Miep Gies dan Bep Voskuijl. Saat mereka mengetahui Anne meninggal, keduanya menyerahkan buku harian itu kepada Otto Frank, ayah Anne. Oleh Otto, buku harian Anne diterbitkan setelah beberapa bagian diseleksi.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: