jump to navigation

Fosil Tertua Otak Manusia Berusia 2000 Tahun December 12, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Onggokan otak yang menyusut terlihat di rongga tengkorak berusia 2000 tahun di York, Inggris.

Otak manusia tersusun dari jaringan lunak yang sangat mudah terurai mikroba begitu terkubur di tanah. Namun, siapa menyangka masih ada yang bertahan selama 2000 tahun.

Para arkeolog menemukannya dalam rongga tengkorak yang ditemukan dari situs purbakala di sekitar Universitas York, Inggris. Tengkorak berisi fosil otak itu ditemukan di bekas area pertanian yang pernah digarap sejak 2000 tahun lalu.

Mereka mengklaim otak berusia 2000 tahun itu sebagai fosil otak manusia tertua di Inggris. Pengukuran karbon menunjukkan orang tersebut kemungkinan hidup 300 sebelum Masehi.

Ukurannya sudah tak sebesar otak aslinya. Namun, setelah dilakukan pemindaian sinar-X terlihat onggokan berwarna kuning yang bentuknya masih seperti otak hanya menyusut. Otak mungkin mengalami fosilisasi dan terhindar dari serangan mikroba pengurai.

“Mengejutkan karena hasil pemindaian menunjukkna struktur yang bentuknya seperti otak aslinya” ujar Philip Duffey, konsultan neurologi yang melakukan penelitian itu. Meski demikain jarngan otaknya sendiri mungkin telah habis terutama jaringan lemaknya yang mudah terurai mikroba.

Ia yakin ada perlakukan khusus sehingga otak bertahan. Mungkin karena tambahan material pengawet atau sejenisnya. Saat ditemukan, tengkorak terbenam dalam lumpur yang mungkin bagian dari ritual pengorbanan.

Piramid Baru Ditemukan di Mesir November 15, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Setelah ribuan tahun terkubur di bawah pasir, piramid yang merupakan makam Ratu Shesheshet ditemukan di kawasan Saqqara, Mesir.

Sebuah piramid baru yang diperkirakan berusia 4300 tahun ditemukan dalam penggalian di gurun pasir Mesir. Piramid tersebut diduga makam Ratu Sesheshet, ibunda Raja Firaun Teti yang merupakan peletak dinasti keenam Mesir.

“Ini mungkin piramid sekunder paling lengkap yang ditemukan di Saqqara,” ujar Zahi Hawass, Kepala Dewan Purbakala Mesir (SCA). Temuan tersebut merupakan piramod ketiga yang ditemukan di sekitar piramid utama Teti dan piramid kedua yang ditemukan di Saqqara sepanjang tahun ini.

Para arkeolog menemukan reruntuhan piramid tersebut di bawah pasir pada kedlama 7 meter. Mereka berhasil mengidentifikasi struktur pondasinya dan mengukur bahwa kemiringan sudut dinding penutupnya sebesar 51 derajat. Dengan perkiraan tersebut, para arkeolog Mesir dapat memperkirakan bahwa tinggi piramid sekitar 14 meter. Sementara luas pondasinya sekitar 22 meter persegi.

Kawasan tempat ditemukannya piramid tersebut belum pernah digali sebelumnya. Para arkeolog yang telah melakukan penggalian di kawasan tersebut selama 20 tahun tidak menyangka daerah yang dikira hanya hamparan pasir ternyata merupakan kuburan sebuah piramid.

Meski demikian, para pencuri sepertinya sudah lebih dulu mengatahui keberadaan piramid tersebut. Sebab, saat ditemukan, sudah ada lubang yang mungkin dibuat para pencuri untuk masuk ke ruang makam Ratu Sesheshet untuk menguras hartanya.

Jejak Kaki Tertua di Dunia October 8, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Jejak kaki tertua makhluk hidup ditemukan pada sebuah batu yang berusia 570 juta tahun. Batu tersebut berasal dari sebuah laut dangkal di Nevada, AS.

Makhluk air tersebut meninggalkan jejak kakinya yang berbentuk seperti dua titik kecil berdiameter dua milimeter. Para ilmuan mengatakan, binatang tersebut pasti telah menjejakkan kakinya pada endapan laut yang lembut.

Jejak tersebut terjadi pada masa yang disebut periode Ediacaran, yang mendahului periode Cambrian, masa pertama kali sebagian besar kelompok binatang berevolusi. “Sebelumnya, para ilmuwan berpikir makhluk hidup yang hidup sebelum periode Cambrian hanyalah bakteri dan makhluk bersel banyak. Namun, asumsi ini berubah,” kata Profesor Loren Babcock dari Universitas Negeri Ohio.

“Kami terus mendiskusikan kemungkinan adanya makhluk hidup yang lebih kompleks yang hidup di periode Ediacaran batu karang lembut, antropoda, cacing, namun hingga saat ini belum ada bukti yang menguatkan. Jika Anda menemukan bukti bahwa ada hewan berkaki yang berjalan-jalan, maka kemungkinan tersebut akan semakin besar,” ujar Babcock.

Babcock menemukan jejak itu ketika sedang memeriksa bebatuan gunung yang terletak di dekat Goldfield, Nevada, bersama Hollingsworth pada tahun 2000.  “Ini sungguh-sungguh temuan yang kebetulan. Kami menemukannya ketika berada di Goldfield,” ujar Bobrock.

Saat ini para ilmuwan terus mengumpulkan bukti-bukti kecil guna mengetahui jenis makhluk hidup tersebut. Namun, Babcock, yang sangat yakin walaupun tidak 100 persen, mengatakan bahwa makhluk tersebut adalah jenis antropoda, seperti centipede atau multipede.

Pada tahun 2002, beberapa ilmuwan menyatakan telah menemukan jejak kaki sejenis di Kanada dan China Selatan. Jejak kaki tersebut diperkirakan berasal dari periode Cambrian, sekitar 540 juta tahun lalu.

Penemuan kali ini membuktikan bahwa makhluk hidup kompleks telah hidup jauh sebelum periode Cambrian. “Saya berharap adanya perdebatan terhadap penemuan ini. Ini sangat menarik. Ini mungkin menyebabkan beberapa orang akan melihat keras batu-batu yang mereka punya. Terkadang ini hanya masalah berpikir berbeda terhadap benda yang sama,” ujar Babcock.

Ditemukan, Batu Tertua di Bumi October 8, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Bagian dari batu tertua di Bumi yang usianya 4,28 miliar tahun.

Para ilmuwan telah menemukan batuan yang hingga saat ini diyakini sebagai batu tertua di Bumi. Usianya yang mencapai 4,28 miliar tahun membuat batu itu lebih tua 250 juta tahun dibanding batu-batu tua yang ditemukan sebelumnya.

Menurut perhitungan ilmiah, Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari piringan debu dan gas yang mengelilingi Matahari. Namun sisa-sisa dari bongkahan batu Bumi yang asli amat sulit ditemukan karena sebagian besar materinya terdaur ulang oleh perut Bumi akibat gerakan lempeng tektonik yang terus-menerus mengubah permukaan Bumi.

Pada tahun 2001, para ahli geologi menemukan lempengan batu yang dikenal sebagai sabuk hijau Nuvvuagittuq di pesisir timur Hudson Bay, Quebec utara. Menduga bahwa batu-batu di sana mungkin berasal dari periode awal terbentuknya Bumi, para pekerja geologi menelitinya untuk menentukan usianya. Mereka mengukur variasi-variasi kecil isotop (bagian unsur yang memiliki jumlah netron berbeda) dari elemen langka Bumi, neodymium dan samarium, dalam batuan itu dan memastikan bahwa batuan itu berusia 3,8 hingga 4,28 miliar tahun.

Umur tertua, berasal dari batu yang disebut “faux amphibolite”, diyakini sebagai endapan vulkanis kuno. Batu ini mengalahkan batu yang dianggap tertua sebelumnya, dengan usia 4,03 miliar tahun dan berasal dari formasi yang disebut Acasta Gneiss, Wilayah barat laut Kanada.

Satu-satunya materi awal yang lebih tua dibanding batu Nuvvuagittuq adalah zircon dari butiran mineral terisolisasi yang tahan terhadap cuaca dan proses geologi. Zircon tertua dari butiran-butiran di Australia Barat usianya sekitar 4,36 miliar tahun.

Batu Nuvvuagittuq adalah batu tertua yang ditemukan sampai saat ini, menurut ahli geologi Richard Carlson dari Carnegie Institution, yang menganalisa batu itu bersama Jonathan O’Neil, mahasiswa doktoral di McGill University Montreal. Penelitian mereka diumumkan di jurnal Science yang terbit 25 September.

Situs Kuno Dekat Machu Picchu Terbakar September 29, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Salah satu bagian reruntuhan benteng Inca, Macchu Picchu, di Peru.

Kebakaran hutan telah merusak dua situs arkeologi di lembah yang berada antara kota Cuzco, Peru, dan benteng kuno Inca, Machu Picchu. Demikian dilaporkan Lembaga Kebudayaan Nasional Peru, Rabu (24/9).

Tidak kurang dari 600 petugas pemadam berjuang memadamkan kobaran api di pegunungan Andes itu. Mereka kadangkala dapat mengendalikan kebakaran tersebut, tapi api kembali berkobar akibat hembusan angin.

Dua tempat bersejarah, Wayna Q’ente dan Torontoy, dilahap api namun pemerintah tak menjelaskan seberapa parah kerusakan. Pada salah satu bagian, kobaran api juga mengancam jalur kereta yang membujur ke Machu Picchu, tapi objek wisata kenamaan itu tetap buka. Demikian juga dengan jalur Inca yang digunakan oleh pendaki.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Namun, petani di daerah tersebut, yang dikenal dengan puluhan peninggalan sejarah bangsa Inca, seringkali menggunakan api untuk membersihkan lahan.

Dinosaurus Terkecil Hanya Seukuran Ayam September 29, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Albertonykus borealis

Di antara reptil raksasa yang hidup di zaman purba, ternyata terdapat dinosaurus yang hanya seukuran ayam. Mungkin inilah dinosaurus terkecil yang pernah hidup di Amerika Utara jutaan tahun silam.

Spesies dinosaurus yang diberi nama Albertonykus borealis tersebut merupakan anggota kelompok dinosaurus yang disebut Alvarezsaurus. Kelompok satwa purba itu pernah mendiami pula kawasan Asia dan Amerika Selatan.

Tingginya hanya 70 centimeter dan merupakan kelompok Alvarezsaurus paling kecil yang pernah ditemukan. Keberadaannya diketahui dari lusinan fosil tulang lengan dan kaki yang ditemuakn di Alberta Kanada sejak tahun 2002. Namun, hasil analisisnya baru dirampungkan tahun ini dan diketahui bahwa usianya 70 juta tahun.

“Mereka benar-benar hewan yang aneh,” ujar Nick Longrich, paleontolog dari Universitas Calgary Kanada yang bersama timnya melaporkan penemuan tersebut dalam jurnal Cretaceous Research edisi terbaru. Betapa tidak, hewan tersebut memiliki moncong yang kuat seperti penjepit, kaki ramping seperti burung, ekor panjang dan kaku, serta lengan pendek seperti T-rex.

Meski lengannya pendek, fungsinya mungkin tetap penting. Di ujung tangannya terdapat dua buah jari dan sebuah ibu jari yang panjang dan melengkung seperti cakar.

Para peneliti meduga dinosaurus tersebut memangsa serangga kecil. Hal ini terlihat dari gigi-giginya yang kecil. Ibu jarinya yang kuat dan tajam mungkin dipakai mengorek lubang pohon untuk mencari semut atau rayap.

Kuil dan Patung Ramses II Ditemukan di Kairo September 29, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Kepala patung raksasa Ramses II yang dipindahkan dari Kairo ke piramid dekat lokasi aslinya.

Tim arkeolog Mesir menemukan sebuah kuil dan potongan patung raksasa sosok Firaun paling terkenal dalam sejarah Mesir, Ramses II. Seperti dilaporkan kantor berita Mesir, MENA, Senin (15/9), penemuan tersebut tak terduga karena terdapat di pusat ibu kota Kairo.

Kuil yang dibangun pada dinasti ke-19 Raja Ramses II ditemukan di daerah Ain Shams, bagian timur Kairo, Mesir. Tim arkeolog juga menemukan bagian patung Ramses II dan bongkah batuan berukuran besar yang dipakai untuk membangun kuil.

Ramses II menguasai Mesir selama 68 tahun pada 1304-1237 sebelum Masehi. Ia dikenal sebagai raja yang senang membangun patung dan monumen dirinya di sekeliling wilayah kekuasaannya.

Salah satunya patung Ramses II setinggi 11 meter seberat 100 ton dari bahan granit merah yang sempat menjadi landmark Kairo. Namun, patung tersebut telah dipindahkan dari kota yang berpolusi tinggi ke dekat piramid dekat lokasi penemuannya.

Selain itu, Ramses II juga menyiapkan proses mumifikasinya dengan sangat mewah. Mumi yang saat ini dipamerkan di Museum Nasional Kairo merupakan salah satu tujuan wisata paling menarik di Mesir.

Fosil Unta Kerdil Berusia Sejuta Tahun September 29, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Sejuta tahun yang lalu di Suriah mungkin hidup unta kerdil. Hal tersebut dapat dirunut dari temuan rahang unta purba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada unta yang hidup saat ini.

“Fosil tersebut ditemukan bulan lalu di dekat Desa Khowm di daerah Palmyra, sekitar 240 kilometer timur laut Damaskus,” kata Heba Al-Sakhel kepala Museum Nasional Suriah yang juga salah satu anggota arkeolog gabungan dari Suriah dan Swiss.

Ia mengatakan, rahang yang ditemukan sangat kecil dibandingkan unta normal sehingga patut diduga sebagai spesies baru. Meski demikian, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hal itu.

“Kita akan mencari tulang lainnya sebelum meyakinkan bahwa ini spesies baru,” tambahnya.

Arkeolog lainnya dari Swiss, Jean Marie, mengatakan bahwa fosil yang ditemukan merupakan tulang unta tertua yang pernah digali di wilayah Timur Tengah, bahkan di seluruh dunia.

Penemuan tersebut mengejutkan karena tahun lalu di Suriah justru ditemukan fosil unta purba raksasa. Unta yang diperkirakan hidup 100.000 tahun lalu itu memiliki tinggi antara 3-4,5 meter atau dua kali lipat tinggi unta umumnya.

Dengan temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan gurun di Suriah mungkin menjadi habitat unta dari generasi ke generasi, dari unta kerdil hingga unta raksasa.

“Ini penemuan penting, dapat memberikan petunjuk penting tentang evolusi binatang,” ujar Marie.

Perhiasan Kuno Ditemukan di Makam Yunani September 29, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Tim arkeolog yang menggali kuburan kuno di Yunani utara menemukan perhiasan-perhiasan emas, senjata-senjata perunggu dan besi, serta bejana-bejana dan barang-barang tembikar.

Para arkeolog itu menggali kuburan besar di dekat Pella, ibu kota Macedonia kuno. Mereka mendapati 43 makam yang berasal dari tahun 650-279 sebelum Masehi, ujar Menteri Kebudayaan Yunani, Rabu (10/9).

Mereka yang dikuburkan di makam itu antara lain 20 pejuang yang meninggal pada periode Archaic tahun 580-480 sebelum Masehi. Para pejuang tersebut dimakamkan bersama helm perunggu, pedang-pedang, belati, dan ujung tombak dari besi. Ornamen-ornamen dari kepingan emas yang dibuat khusus untuk pemakaman diletakkan di mulut, mata, dan dada mereka.

Seluruhnya ada 915 kuburan yang dibongkar sejak delapan tahun terakhir di situs Arhontiko itu. Namun, menurut para arkeolog, ini baru lima persen dari luas keseluruhan makam.

“Diduga, penduduk pada waktu itu hidup makmur, terutama sepanjang periode Archaic,” kata menteri. “Penggunaan emas dan benda-benda pemakaman lain merupakan petunjuk bahwa masyarakat itu memercayai kehidupan setelah kematian,” katanya.

Pada penggalian sebelumnya, para peneliti mendapatkan topeng, mahkota, dan barang lain dari emas. Selain itu juga berbagai macam wadah dari tanah liat. Arhontiko sendiri adalah daerah yang pertama kali dihuni pada tahun 6.000 sebelum Masehi dan ditinggalkan pada abad ke-14.

Istana Majapahit Belum Ditemukan September 13, 2008

Posted by dgaip5 in Uncategorized.
Tags:
add a comment
Seorang peneliti membersihkan bagian bangunan berupa kanal air peninggalan Kerajaan Majapahit di situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (6/8). Selain kanal air, ditemukan pula sumur dan sejumlah artefak, seperti pecahan tembikar, logam, dan batu bata dalam ukuran berbeda-beda.

Para peneliti sampai sekarang masih kesulitan menemukan lokasi keberadaan istana Kerajaan Majapahit. “Penelitian yang dilakukan oleh empat perguruan tinggi kemarin hanya menemukan pusat kota dan pusat sakral zaman Majapahit. Kalau istana kerajaannya belum ditemukan,” kata Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan I Made Kusumajaya di Kediri, Kamis (11/9).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pusat kota yang ditemukan tim peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Udayana (Unud), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) itu adalah sebuah wilayah seluas 4 x 5 kilometer di Desa Segaran, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selain itu, juga ditemukan kawasan seluas 11 x 9 kilometer yang dianggap sebagai pusat kegiatan sakral masyarakat di zaman Majapahit dulu.

Dalam penelitian tersebut, empat perguruan tinggi negeri terkemuka itu juga berhasil menemukan sebuah batu kuno setebal 80 sentimeter yang diduga merupakan pagar bangunan zaman Majapahit saat diperintah Raja Hayam Wuruk. “Memang istana Kerajaan Majapahit itu diperkirakan ada di sekitar Segaran, tetapi kami belum bisa memastikannya karena belum ditemukan adanya (sisa-sisa) istana di situ,” katanya menambahkan.

Made menilai, ada keunikan terkait alasan Majapahit membangun lokasi kerajaannya di sekitar kawasan Trowulan itu. “Kalau kami teliti lebih jauh, ternyata itu bagian dari strategi yang diterapkan Hayam Wuruk agar tidak mudah diserang oleh musuh karena biasanya pusat kerajaan di zaman dulu itu selalu berada di kawasan pantai yang memudahkan musuh menyerang dengan armada lautnya,” katanya.

Sementara itu penelitian yang dilakukan oleh empat perguruan tinggi itu, sampai sekarang baru mencapai 20 persen. Menurut Made, penelitian sekarang ini difokuskan pada perilaku masyarakat Majapahit. “Para peneliti membandingkan perilaku masyarakat Majapahit itu dengan perilaku masyarakat Bali karena memang ada kemiripan,” katanya